Dana Pensiun Bukit Asam

Artikel Investasi

Di Tengah Ketidakpastian Global, Ekonomi Indonesia Jaga Momentum Pertumbuhan

Pemerintah menegaskan bahwa kinerja ekonomi nasional pada kuartal I-2026 tetap berada dalam kondisi yang solid dan stabil di tengah dinamika global yang masih menantang. Hal ini disampaikan oleh Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, dengan proyeksi pertumbuhan ekonomi yang diperkirakan mencapai minimal 5,5%. Ketahanan ini terutama ditopang oleh kuatnya konsumsi domestik yang berkontribusi sekitar 54% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), sehingga tetap menjadi pilar utama dalam menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.setkab.go.id

Dari sisi fiskal, kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) turut memberikan dukungan yang signifikan. Hingga akhir Maret 2026, penerimaan pajak tercatat tumbuh 14,3% atau mencapai Rp462,7 triliun, mencerminkan aktivitas ekonomi yang tetap ekspansif, khususnya di sektor manufaktur. Selain itu, ketahanan pangan nasional juga menunjukkan kondisi yang relatif kuat, dengan produksi beras mencapai 34,7 juta ton pada 2025 dan stok beras yang dikelola oleh Perum Bulog berada di level 4,6 juta ton, memberikan bantalan stabilitas terhadap tekanan inflasi pangan.

Ke depan, pemerintah terus memperkuat bauran kebijakan strategis guna menjaga kesinambungan pertumbuhan dan stabilitas makroekonomi. Implementasi mandatori biodiesel B50 mulai 1 Juli 2026 diproyeksikan mampu meningkatkan ketahanan fiskal melalui potensi penghematan anggaran hingga Rp48 triliun. Di sisi lain, komitmen terhadap disiplin fiskal tetap dijaga, dengan rasio utang dipertahankan di kisaran 40% dari PDB serta defisit anggaran dijaga di bawah batas 3%. Kombinasi kebijakan ini mencerminkan upaya pemerintah dalam menjaga keseimbangan antara akselerasi pertumbuhan dan keberlanjutan fiskal di tengah ketidakpastian global.