Ekonomi Indonesia Tetap Tangguh, Transformasi Digital Jadi Kunci Pertumbuhan
Ekonomi Indonesia menunjukkan ketahanan yang solid di tengah ketidakpastian global, dengan pertumbuhan mencapai sekitar 5,0% pada sembilan bulan pertama 2025 dan diproyeksikan tetap stabil hingga 2026–2027. Berdasarkan laporan World Bank melalui publikasi Indonesia Economic Prospects, pertumbuhan tersebut didukung oleh investasi yang kuat serta kontribusi ekspor bersih. Kebijakan moneter dan fiskal yang semakin akomodatif juga berhasil mendorong konsumsi dan kredit swasta, sekaligus menjaga stabilitas inflasi dan disiplin fiskal.worldbank.org
Namun demikian, tantangan struktural masih membayangi, khususnya di pasar tenaga kerja. Meskipun penciptaan lapangan kerja terus berlangsung, sebagian besar masih berada pada sektor dengan nilai tambah rendah sehingga belum mampu meningkatkan kesejahteraan secara optimal. Dalam beberapa tahun terakhir, bahkan tercatat penurunan upah riil, yang menunjukkan perlunya reformasi struktural guna meningkatkan produktivitas, kualitas tenaga kerja, serta mendorong terciptanya pekerjaan dengan nilai tambah yang lebih tinggi.
Ke depan, transformasi digital dipandang sebagai kunci utama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan. Indonesia memiliki potensi besar sebagai ekonomi digital terbesar di ASEAN, namun masih menghadapi tantangan pada kualitas dan pemerataan akses internet, serta penguatan infrastruktur data. Oleh karena itu, diperlukan percepatan pengembangan infrastruktur digital, peningkatan investasi, serta dukungan regulasi yang kondusif agar potensi ekonomi digital dapat dimanfaatkan secara optimal dan menjadi pendorong utama pertumbuhan jangka panjang.