Dana Pensiun Bukit Asam

Artikel Investasi

Meningkatnya Pertumbuhan Indonesia Pada Semester I 2026 ditengah ketidakpastian Domestik dan Global pada Agustus 2026

1. Pasar Modal dan Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

IHSG ditutup di level 6.236,13 pada penutupan perdagangan pada akhir Juli 2026. Dalam sepekan, kinerja IHSG tercatat menguat tipis sebesar 0,64%. Sentimen yang mempengaruhi IHSG pada pekan lalu lebih disebabkan oleh sentimen dari dalam negeri. Pengunduruandiri Gubernur BI Perry Wwarjiyo secara mendadak menimbulkan ketidakpastian sementara bagi pelaku pasar, dimana nilai tukar Rupiah kembali melemah ke atas level 18.000.

Disisi lain, Indeks Obligasi tercatat bergerak menguat tipis. Yield SBN Indonesia tenor 10 tahun pada akhir Juli 2026 tercatat flat di level 7,32%. Yield bergerak flat dikarenakan investor masih menunggu data-data ekonomi lanjutan, termasuk data inflasi yang diperkiran bergerak flat.

bi.go.id Edvisor.id

2. Ekonomi Domestik

Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan perekonomian Indonesia tumbuh sebesar 5,29% (y-on-y) pada Triwulan II-2026. Dengan capaian tersebut, pertumbuhan ekonomi Semester I-2026 mencapai 5,45% (c-to-c), menjadi capaian semester pertama tertinggi dalam lima tahun terakhir, sekaligus menandai 5 Triwulan berturut-turut ekonomi Indonesia tumbuh di atas 5%. Capaian tersebut diraih di tengah perekonomian global yang bergerak dalam arus silang antara tekanan konflik global dan akselerasi teknologi, dengan pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan International Monetary Fund (IMF) hanya sebesar 3,0%.

Selain itu, transformasi digital juga terus berkembang melalui perluasan penggunaan QRIS lintas negara, penguatan ekosistem ekonomi digital, serta peningkatan intermediasi perbankan.

menko.go.id

3. Ekonomi Global

Konflik di Timur Tengah terus memberikan tekanan terhadap harga energi, biaya produksi, perdagangan, dan inflasi. Negara-negara yang bergantung pada impor energi paling rentan karena kenaikan harga minyak dan gas langsung meningkatkan biaya ekonomi mereka. IMF juga memperingatkan bahwa dampaknya berbeda-beda menurut tingkat ketergantungan energi dan posisi suatu negara dalam rantai pasok teknologi.

IMF dalam World Economic Outlook Juli memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,0% pada 2026 dan 3,4% pada 2027. IMF menilai ekonomi dunia masih cukup tangguh, tetapi pertumbuhan sangat tidak merata. Konflik dan guncangan energi menjadi beban, sementara investasi teknologi dan AI menjadi salah satu penopang pertumbuhan.

IMF.org


Periode Agustus 2025 menjadi periode yang menunjukkan sedikit kenaikan pasar di Indonesia. Ditandai dengan meningkatnya perekonomian Indonesia pada kuartal II 2026, IHSG yang meguat tipis, serta indeks Obligasi yang sedikit menguat.