September 2026 : Kondisi Terkini Ekonomi dan Pasar Indonesia
- Pergerakan Rupiah :
Inflasi sebagian besar didorong oleh faktor-faktor dari sisi penawaran, alasan untuk memperketat kebijakan moneter bergantung pada kondisi nilai tukar rupiah. Kami memperkirakan Bank Indonesia (BI) akan mempertahankan suku bunga acuan BI Rate di level 5,75%, mengingat BI cenderung mengutamakan instrumen non-suku bunga, seperti pemberian insentif swap untuk lindung nilai (hedging swap incentives). Sementara itu, kenaikan suku bunga justru akan semakin memperketat likuiditas di pasar. Kenaikan suku bunga akan lebih mungkin dilakukan apabila rupiah melemah jauh melampaui Rp18.000 per dolar AS. Di sisi lain, langkah pemerintah dalam mengendalikan harga pangan dan bahan bakar akan lebih berperan penting dalam menjaga inflasi agar tetap berada dalam kisaran target.
Mirae Asset Sekuritas - Ekonomi Domestik:
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2026 mencatat surplus sebesar 3,55 miliar dolar AS, meningkat dibandingkan dengan surplus pada Juli 2026 sebesar 0,12 miliar dolar AS. Bank Indonesia memandang peningkatan surplus neraca perdagangan ini positif untuk menopang ketahanan eksternal perekonomian Indonesia lebih lanjut. Ke depan, Bank Indonesia terus memperkuat sinergi kebijakan dengan Pemerintah dan otoritas lain guna makin memperkuat ketahanan eksternal dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan. Surplus neraca perdagangan pada Agustus 2026 bersumber dari peningkatan surplus neraca perdagangan nonmigas dan penurunan defisit neraca perdagangan migas. Neraca perdagangan nonmigas pada Agustus 2026 mencatat surplus sebesar 6,09 miliar dolar AS, lebih tinggi dibandingkan dengan surplus pada bulan sebelumnya sebesar 3,10 miliar dolar AS, sejalan dengan kenaikan ekspor nonmigas dan penurunan impor nonmigas. Ekspor nonmigas meningkat menjadi sebesar 25,62 miliar dolar AS, terutama didorong oleh ekspor komoditas berbasis sumber daya alam, seperti nikel dan barang daripadanya, lemak dan minyak hewani/nabati, serta logam mulia dan perhiasan/permata, maupun produk manufaktur seperti berbagai produk kimia. Berdasarkan negara tujuan, Tiongkok, Amerika Serikat, dan India tetap menjadi kontributor utama ekspor nonmigas Indonesia. Sementara itu, defisit neraca perdagangan migas menurun menjadi 2,54 miliar dolar AS pada Agustus 2026 dari realisasi bulan sebelumnya sebesar 2,98 miliar dolar AS, sejalan dengan penurunan impor migas dan peningkatan ekspor migas. Dengan perkembangan tersebut, neraca perdagangan Indonesia pada Januari–Agustus 2026 mencatat surplus sebesar 7,25 miliar dolar AS.
bi.go.id - Pasar Modal:
IHSG ditutup melemah 0,83% ke 6.071,89 pada Rabu (30/9), dengan investor asing mencatat net sell Rp1,56 triliun di pasar reguler. Tekanan masih berasal dari pelemahan rupiah, yield US Treasury yang tinggi, serta ketidakpastian geopolitik. Namun, penurunan harga minyak ke sekitar US$96/barel mulai memberikan sedikit ruang bagi sentimen, sementara komentar John Williams yang menyebut belum ada urgensi untuk menaikkan suku bunga kembali dalam waktu dekat turut meredakan tekanan dari ekspektasi Fed. Fokus sentimen selanjutnya bergeser ke rilis data ekonomi domestik pada 1 Oktober, terutama inflasi September dan neraca perdagangan Agustus. Konsensus Reuters memperkirakan surplus perdagangan Agustus sekitar US$630 juta, sementara inflasi September diproyeksikan meningkat tipis; data ini akan menjadi penting untuk menilai tekanan eksternal, daya beli domestik, serta ruang kebijakan BI di tengah rupiah yang masih berada di level lemah.
BRI Danareksa Sekuritas -
Ekonomi Global :
Harga minyak mentah kembali menguat setelah mengalami koreksi pada perdagangan sebelumnya. Peningkatan volume distribusi dan produksi dari kawasan Timur Tengah turut meredakan kekhawatiran pasar terhadap risiko krisis energi global. Harga emas relatif stabil. Penurunan harga minyak membantu meredakan ekspektasi inflasi dan memberikan ruang terhadap pergerakan yield obligasi pemerintah AS.
Sucor Sekuritas